Monday, January 16, 2006

Seputar Menyusui

Berapa lama ASI tahan disimpan di freezer?
Sebaiknya ASI tak ditaruh di freezer, karena waktu dihangatkan ada beberapa kandungannya yang menurun kualitasnya. Taruhlah di chiller (tempat antara freezer dan bagian bawahnya, yang biasa untuk menyimpan keju, mentega dan sebagainya).
Penyimpanan ASI bisa tahan 2-3 minggu. Bahkan, sampai sebulan ASI tak akan busuk. Yang membuat pembusukan adalah bakteri hingga terjadi fermentasi asam dan sebagainya. Kalau bakteri tak tumbuh, tak terjadi pembusukan. Bakteri tak tumbuh kalau suhunya tak sesuai. Bakteri bisa tumbuh dengan kondisi suhu udara 37 derajat Celcius.

Perawatan Bayi Baru Lahir

Merawat bayi gampang-gampang susah. Bukan cuma butuh kesabaran, tapi perlu pengetahuan tentang perawatan yang benar.

Tabloid nakita kembali menggelar Konsultasi Ahli. Kali ini mengenai "Perawatan Bayi Baru Lahir", dengan pakarnya, dr. Eric Gultom, Sp.A dari Subbagian Neonatologi RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Nah, berikut ini sejumlah pertanyaan yang diutarakan para ibu dan calon ibu dalam kesempatan tersebut.

Berapa lama tali pusat akan lepas? Apa yang harus dilakukan sebelum lepas?

Ada tali pusat yang lepas dalam waktu 5 hari, 7 hari, bahkan dua minggu. Perawatannya sangat sederhana. Mandikan bayi, gosok tali pusat dengan sabun. Keringkan dan bersihkan dengan alkohol 70 persen. Biarkan dalam keadaan terbuka, tak usah dibungkus-bungkus, kecuali infeksi. Jadi, jangan dipakaikan bedak, abu gosok atau dikunyahin sirih dan sebagainya. Nanti malah jadi tetanus dan sarang kuman.

Penggunaan antiseptik pun tak lagi dianjurkan, karena ada kandungan yodium. Kalau pemberiannya berlebihan menyebabkan gangguan terhadap pertumbuhan gondoknya. Pemakaian alkohol pun hanya digunakan sesudah mandi pagi dan sore.


Betulkah minyak kayu putih tak boleh diberikan sebelum anak usia 3 tahun?

Pemberian minyak kayu putih pada usia berapa saja tak masalah. Hanya ada dua faktor; seberapa besar konsentrasinya dan seberapa iritatif serta sensitif kulit si bayi. Tentunya konsentrasi minyak kayu putih yang asli, misal, dari Ambon, akan berbeda dengan yang sudah campuran. Yang asli akan terasa makin pedas. Faktor iritasi yang ditimbulkan pun berbeda. Semakin asli semakin beruntusan kulitnya.

Jadi, tak ada larangan orang tua memakaikan minyak kayu putih pada bayinya, tergantung seberapa iritatif dan sensitif kulitnya. Apalagi pori-pori kulit bayi lebih kecil dibanding pori-pori orang dewasa. Pori-pori ini digunakan untuk pernapasan kulit. Jika pori-pori tertutup dengan minyak, tak terjadi pernapasan kulit. Akibatnya, kulit jadi kemerahan. Solusinya, tak usah diberi obat macam-macam. Mandikan saja dan dikeringkan.

Bagaimana dengan pemberian bedak pada bayi?

Sebetulnya di Indonesia tak perlu penggunaan bedak, baby oil, baby lotion, dan segala macam. Sebab, tingkat kelembabannya tinggi, hingga permukaan kulit tak pernah kering.

Praktek lain yang salah tentang bedak yaitu digunakan untuk membersihkan bekas kencing atau daerah-daerah yang basah karena keringat. Padahal, campuran bedak dan keringat adalah media yang baik untuk tumbuh kuman. Sementara permukaan kulit sendiri sudah penuh kuman. Itu sebab, bila tak mandi, terjadi pembusukan oleh bakteri yang ada di permukaan kulit. Apalagi di lipatan-lipatan seperti leher, selangkangan, yang lebih cepat terjadi pembusukan.

Memang tak menyebabkan kematian, tapi banyak beruntusan, dan kadang ada nanah-nanah kecil di lipatan seperti leher. Solusinya, bayi dimandikan. Jangan pakai air panas, kecuali di daerah yang dingin sekali. Pakailah sabun bayi atau sabun khusus, selain untuk membersihkan juga menghambat tumbuhnya kolonisasi kuman.

Bolehkah pemberian minyak kelapa pada biang keringat?

Tidak, karena akan menutup pori-porinya.

Berapa kali bayi buang air besar dalam sehari?

Bila bayi minum ASI, BAB-nya bisa 12-15 kali dalam sehari. Bahkan, kadang sambil menyusu pun ia BAB, karena enzim pencernaannya belum bekerja baik, gerakan peristaltik ususnya bekerja terus dan lebih hebat, hingga waktu menyusu dia langsung BAB otomatis saja. Semakin berjalannya waktu, enzimnya semakin sempurna, ASI-nya makin bisa ditahan untuk diserap dulu dan sisanya baru dibuang. Jadi, bayi sering BAB bukan mencret, mau pintar atau ngenteng-ngentengin badan.

Bagaimana kalau bayi diare?

Kalau mencret pasti ada lendir dan darah, jadi ada luka. Di bawah usia sebulan, mencret pada bayi adalah tanda infeksi. Ibu harus hati-hati. Sebelumnya bayi kelihatan tak mau minum, rewel dan menangis. Anak yang diare harus minum obat. Selama bayinya tak muntah, pemberian ASI bisa menolong.

Bolehkah bayi tidur di ruang ber-AC?

Tak apa-apa, misal, dengan suhu 24-23 derajat Celcius atau bahkan 16 derajat Celcius, tak masalah. Kalau ibu merasa mungkin bayinya kedinginan, bisa diselimuti. Pemakaian kipas angin pun boleh.

Benarkah bayi menangis berarti melatih paru-parunya?

Bayi menangis karena ada sesuatu seperti kaget, kolik. Jadi, tak ada hubungannya dengan latihan paru-paru. Malah kalau terlalu banyak menangis akan buang energi dan si bayi jadi lemas.

Bagaimana mengatasi bayi kembung? Perlukah pemakaian minyak telon?

Bayi ditelungkupkan/ditengkurapkan. Kalau banyak angin di perutnya, akan keluar kentut. Sebab, dengan ditelungkupkan, gas di perut akan mencari tempat yang lebih tinggi untuk kemudian keluar.

Pemakaian minyak telon jika berdasarkan keyakinan ibu tak apa-apa, maka silakan. Asal tahu, minyak telon bisa menyebabkan kulit bayi merah-merah, meski tak membahayakan. Tapi memang itu sifatnya iritasi.

Bagaimana membersihkan alat kelaminnya?

Bersihkan dengan cebok dan pakai sabun. Saat mandi, bayi laki-laki bagian kulupnya ditarik dan dibersihkan pakai sabun, karena banyak sisa-sisa kencing. Apalagi bila pakai pampers. Bisa juga membersihkannya sehabis pipis, bayi dipegangi di wastafel, bersihkan bekas pipisnya dengan air keran yang mengalir, pakaikan sabun, keringkan dan pakaikan celana pendek.

Bolehkah bayi diurut?

Tidak, karena tak ada gunanya. Kalau bayinya jatuh, tampak kesakitan dan tak bisa diam atau nangis-nangis, maka rontgen saja, tak usah diurut-urut.

Berat badan saya naiknya banyak, bolehkah setelah melahirkan saya diet?

Selama hamil, kenaikan berat badan memang harus diatur agar jangan jadi darah tinggi. Tapi, kalau selama menyusui sebaiknya tidak diet karena nanti ASI-nya jadi tak banyak. Kalau sudah selesai masa menyusui, silakan.

Dedeh Kurniasih.Foto : Dint's(nakita)

Friday, December 30, 2005

Bakat Anak dari Gaya Belajar

Pelajari kebiasaan anak, sehingga bisa tahu bakat-bakatnya.

Gaya belajar kecerdasan linguistik :

  1. mengarang puisi, merangkum pelajaran, menulis kisah sejarah
  2. suka bercerita panjang lebar dan berkisah
  3. menyukai permainan kata-kata
  4. suka membaca buku
  5. banyak bicara
  6. cepat menangkap pelajaran yang disampaikan lewat penuturan

Gaya belajar kecerdasan matematis logis :

  1. Menyukai pelajaran berhitung
  2. Mudah memahami cara kerja computer
  3. Suka memikirkan hal dan kejadian yang berkaitan sebab akibat
  4. Pandai bermain catur, halma dan berbagai permainan strategis lain
  5. Menjabarkan segala sesuatu secara logis
  6. Cepat memahami pelajaran IPA dan matematika
  7. Suka bereksperimen terhadap apa yang ingin diketahui

Gaya belajar kecerdasan spasial :

  1. Menonjol dalam bidang seni
  2. Mampu menggambarkan secara visual segala sesuatu
  3. Mudah membaca peta, grafik dan diagram
  4. Menggambar sosok orang atau benda sesuai aslinya
  5. Senang melihat film, slide atau foto
  6. Menyukai teka teki jigzaw, maze dan puzzle
  7. Asyik dengan permainan konstruksi 3 dimensi seperti lego
  8. Terbiasa mencoret-coret kertas jika jenuh
  9. Lebih mudah membaca gambar daripada kata

Gaya belajar kecerdasan kinestetis-jasmani :

  1. Kompetitif dalam bidang olahraga
  2. Suka menggerak-gerakkan anggota badan di luar sadar
  3. Sangat ingin menyentuh benda yang sedang dipelajari
  4. Menikmati gerakan atletik atau sekedar menontonnya
  5. Lebih mampu dalam bidang kerajinan tangan motorik halus
  6. Suka menirukan gerakan dan kebiasaan orang
  7. Gemar membongkar dan menyusun kembali benda-benda

Gaya belajar kecerdasan musikal :

  1. Mudah mengikuti melodi lagu
  2. Menyukai pelajaran musik dan menyanyi
  3. Menyukai belajar dengan iringan musik
  4. Suka menyanyi baik untuk diperdengarkan atau tidak
  5. Mudah mengikuti irama musik
  6. Peka terhadap beragam suara, irama dan nada
  7. Cepat merespon berbagai jenis musik

Gaya belajar kecerdasan intrapersonal :

  1. Pandai menyenangkan hati teman
  2. Mudah beradaptasi dengan lingkungan dan orang baru
  3. Suka bersosialisasi dengan lingkungan sekolah dan rumahnya
  4. Menyukai kegiatan dan permainan kelompok
  5. Bisa memahami dan berempati pada perasaan teman
  6. Mampu bersikap netral di tengah pertikaian antar teman
  7. Memiliki kemampuan mengkoordinir dan memimpin teman-temannya.

Gaya belajar kecerdasan natural :

  1. Peka terhadap benda-benda alam
  2. Suka memelihara binatang piaraan
  3. Suka berkebun, berada di dekat kebun atau menikmati gambarnya
  4. Menikmati system kehidupan seperti akuarium
  5. Mengoleksi gambar, foto yang berkaitan dengan benda-benda alam
  6. Suka mengumpulkan dan membawa pulang daun, batang, ranting, rumput atau bunga
  7. Suka bermain-main dan berkreasi dengan bahan-bahan alam

Thursday, December 29, 2005

Hikmah Menangis bagi Bayi

Penulis : Khalil Ibn Ibrahim Amin
Manfaat dan Hikmah Banyak Menangis Bagi Bayi Renungkanlah hikmah dan manfaat pada banyaknya menangis bagi bayi. Para dokter dan ahli biologi mengungkapkan manfaat banyaknya menangis bagi bayi. Mereka berkata : "Pada otak bayi terdapat cairan yang jika mengendap, maka akan terjadi peristiwa yang membahayakan. Dengan menangis, cairan itu akan mengalir dan turun dari otaknya. Ini membuat otaknya menjadi kuat dan sehat. Begitu pula, menangis memperluas saluran pernafasan, memperluas saluran keringat dan menguatkan sel-sel tubuh bayi. Berapa banyak manfaat dan hikmah yang terkandung dalam tangisan dan teriakan bayi".
(Dari buku Keajaiban Penciptaan Makhluk, Sebuah Telaah Ibnul Qayyim.

Monday, December 19, 2005

Cairan Ajaib Air Susu Ibu

By HARUN YAHYA
http://www.harunyahya.com

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu. (QS. Luqman, 31:14)

Air susu ibu (ASI) adalah sebuah cairan tanpa tanding ciptaan Allah untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi dan melindunginya dalam melawan kemungkinan serangan penyakit. Keseimbangan zat-zat gizi dalam air susu ibu berada pada tingkat terbaik dan air susunya memiliki bentuk paling baik bagi tubuh bayi yang masih muda. Pada saat yang sama, ASI juga sangat kaya akan sari-sari makanan yang mempercepat pertumbuhan sel-sel otak dan perkembangan sistem saraf. Makanan-makanan tiruan untuk bayi yang diramu menggunakan tekhnologi masa kini tidak mampu menandingi keunggulan makanan ajaib ini.

Daftar manfaat ASI bagi bayi selalu bertambah setiap hari. Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar.

Karena telah diramu secara istimewa, ASI merupakan makanan yang paling mudah dicerna bayi. Meskipun sangat kaya akan zat gizi, ASI sangat mudah dicerna sistem pencernaan bayi yang masih rentan. Karena itulah bayi mengeluarkan lebih sedikit energi dalam mencerna ASI, sehingga ia dapat menggunakan energi selebihnya untuk kegiatan tubuh lainnya, pertumbuhan dan perkembahan organ.

Air susu ibu yang memiliki bayi prematur mengandung lebih banyak zat lemak, protein, natrium, klorida, dan besi untuk memenuhi kebutuhan bayi. Bahkan telah dibuktikan bahwa fungsi mata bayi berkembang lebih baik pada bayi-bayi prematur yang diberi ASI dan mereka memperlihatkan kecakapan yang lebih baik dalam tes kecerdasan. Selain itu, mereka juga mempunyai banyak sekali kelebihan lainnya.

Salah satu hal yang menyebabkan ASI sangat dibutuhkan bagi perkembangan bayi yang baru lahir adalah kandungan minyak omega-3 asam linoleat alfa. Selain sebagai zat penting bagi otak dan retina manusia, minyak tersebut juga sangat penting bagi bayi yang baru lahir. Omega-3 secara khusus sangat penting selama masa kehamilan dan pada tahap-tahap awal usia bayi yang dengannya otak dan sarafnya berkembang secara nomal. Para ilmuwan secara khusus menekankan pentingnya ASI sebagai penyedia alami dan sempurna dari omega-3.

Selanjutnya, penelitian yang dilakukan para ilmuwan Universitas Bristol mengungkap bahwa di antara manfaat ASI jangka panjang adalah dampak baiknya terhadap tekanan darah, yang dengannya tingkat bahaya serangan jantung dapat dikurangi. Kelompok peneliti tersebut menyimpulkan bahwa perlindungan yang diberikan ASI disebabkan oleh kandungan zat gizinya. Menurut hasil penelitian itu, yang diterbitkan dalam jurnal kedokteran Circulation, bayi yang diberi ASI berkemungkinan lebih kecil mengidap penyakit jantung. Telah diungkap bahwa keberadaan asam-asam lemak tak jenuh berantai panjang (yang mencegah pengerasan pembuluh arteri), serta fakta bahwa bayi yang diberi ASI menelan sedikit natrium (yang berkaitan erat dengan tekanan darah) yang dengannya tidak mengalami penambahan berat badan berlebihan, merupakan beberapa di antara manfaat ASI bagi jantung.

Selain itu, kelompok penelitian yang dipimpin Dr. Lisa Martin, dari Pusat Kedokteran Rumah Sakit Anak Cincinnati di Amerika Serikat, menemukan kandungan tinggi hormon protein yang dikenal sebagai adiponectin di dalam ASI. Kadar Adiponectin yang tinggi di dalam darah berhubungan dengan rendahnya resiko serangan jantung. Kadar adiponectin yang rendah dijumpai pada orang yang kegemukan dan yang memiliki resiko besar terkena serangan jantung. Oleh karena itu telah diketahui bahwa resiko terjadinya kelebihan berat badan pada bayi yang diberi ASI berkurang dengan adanya hormon ini. Lebih dari itu, mereka juga menemukan keberadaan hormon lain yang disebut leptin di dalam ASI yang memiliki peran utama dalam metabolisme lemak. Leptin dipercayai sebagai molekul penyampai pesan kepada otak bahwa terdapat lemak pada tubuh. Jadi, menurut pernyataan Dr. Martin, hormon-hormon yang didapatkan semasa bayi melalui ASI mengurangi resiko penyakit-penyakit seperti kelebihan berat badan, diabetes jenis 2 dan kekebalan terhadap insulin, dan penyakit pada pembuluh nadi utama jantung.

Fakta tentang "Makanan Paling Segar" [ASI]

Full hygiene may not be established in water or foodstuffs other than mother’s milk.

Fakta tentang ASI tidak berhenti hanya sampai di sini. Peran penting yang dimainkannya terhadap kesehatan bayi berubah seiring dengan tahapan-tahapan yang dilalui bayi dan jenis zat-zat makanan yang dibutuhkan pada tahapan tertentu. Kandungan ASI berubah guna memenuhi kebutuhan yang sangat khusus ini. ASI, yang selalu siap setiap saat dan selalu berada pada suhu yang paling sesuai, memainkan peran utama dalam perkembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya. Di samping itu, unsur-unsur seperti kalsium yang dimilikinya berperan besar dalam perkembangan tulang-tulang bayi.

Meskipun disebut sebagai susu, cairan ajaib ini sebenarnya sebagian besarnya tersusun atas air. Ini adalah ciri terpenting, sebab selain makanan, bayi juga membutuhkan cairan dalam bentuk air. Keadaan yang benar-benar bersih dan sehat mungkin tidak bisa dimunculkan pada air atau bahan makanan, selain pada ASI. Namun ASI – sedikitnya 90% adalah air – , memenuhi kebutuhan bayi akan air dalam cara yang paling bersih dan sehat.

ASI dan Kecerdasan

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa perkembangan kemampuan otak pada bayi yang diberi ASI lebih baik daripada bayi lain. Penelitian pembandingan terhadap bayi yang diberi ASI dengan bayi yang diberi susu buatan pabrik oleh James W. Anderson – seorang ahli dari Universitas Kentucky – membuktikan bahwa IQ [tingkat kecerdasan] bayi yang diberi ASI lebih tinggi 5 angka daripada bayi lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ini ditetapkan bahwa ASI yang diberikan hingga 6 bulan bermanfaat bagi kecerdasan bayi, dan anak yang disusui kurang dari 8 minggu tidak memberikan manfaat pada IQ.

Apakah ASI Dapat Memerangi Kanker?

Berdasarkan hasil seluruh penelitian yang telah dilakukan, terbukti bahwa ASI, yang dibahas dalam ratusan tulisan yang telah terbit, melindungi bayi terhadap kanker. Hal ini telah diketahui, walaupun secara fakta mekanismenya belum sepenuhnya dipahami. Ketika sebuah protein ASI membunuh sel-sel tumor yang telah ditumbuhkan di dalam laboratorium tanpa merusak sel yang sehat mana pun, para peneliti menyatakan bahwa sebuah potensi besar telah muncul. Catharina Svanborg, Profesor imunologi klinis di Universitas Lund, Swedia, memimpin kelompok penelitian yang menemukan rahasia rahasia mengagumkan ASI ini. Kelompok yang berpusat di Universitas Lund ini menjelaskan kemampuan ASI dalam memberikan perlindungan melawan beragam jenis kanker sebagai penemuan yang ajaib.

Awalnya, para peneliti memberi perlakuan pada sel-sel selaput lendir usus yang diambil dari bayi yang baru lahir dengan ASI. Mereka mengamati bahwa gangguan yang disebabkan oleh bakteri Pneumococcus dan dikenal sebagai pneumonia berhasil dengan mudah dihentikan oleh ASI. Terlebih lagi, bayi yang diberi ASI mengalami jauh lebih sedikit gangguan pendengaran dibandingkan bayi yang diberi susu formula, dan menderita jauh lebih sedikit infeksi saluran pernapasan. Pasca serangkaian penelitian, diperlihatkan bahwa ASI juga memberikan perlindungan melawan kanker. Setelah menunjukkan bahwa penyakit kanker getah bening yang teramati pada masa kanak-kanak ternyata sembilan kali lebih sering menjangkiti anak-anak yang diberi susu formula, mereka menyadari bahwa hasil yang sama berlaku pula untuk jenis-jenis kanker lainnya. Menurut hasil penelitian tersebut, ASI secara tepat menemukan keberadaan sel-sel kanker dan kemudian membunuhnya. Adalah zat yang disebut alpha-lac (alphalactalbumin), yang terdapat dalam jumlah besar di dalam ASI, yang mengenali keberadaan se-sel kanker dan membunuhnya. Alpha-lac dihasilkan oleh sebuah protein yang membantu pembuatan gula laktosa di dalam susu.

Berkah Tanpa Tara Ini Adalah Karunia Allah

Ciri menakjubkan lain dari ASI adalah fakta bahwa ASI sangat bermanfaat bagi bayi apabila disusui selama dua tahun. Pengetahuan penting ini, hanya baru ditemukan oleh ilmu pengetahuan, telah diwahyukan Allah empat belas abad silam di dalam ayat-Nya: ”Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan..." (QS, Al Baqarah, 2:233)

Sang ibu bukanlah yang memutuskan untuk membuat ASI, sumber zat makanan terbaik bagi bayi yang lemah yang memerlukan makanan di dalam tubuhnya. Sang ibu bukan pula yang menentukan beragam kadar gizi yang dikandung ASI. Allah Yang Mahakuasa-lah, Yang mengetahui kebutuhan setiap makhluk hidup dan memperlihatkan kasih sayang kepadanya, Yang menciptakan ASI untuk bayi di dalam tubuh sang ibu.

Friday, December 16, 2005

Tip Memandikan Bayi

Tuangkan air dingin ke dalam bak mandi, kemudian tambahkan air panas secukupnya sampai mencapai suhu 40 derajat Celsius untuk bayi berumur sampai 2 bulan, lalu berangsur turunkan suhu sampai 27 derajat Celsius untuk bayi di atas 2 bulan. Isilah bak mandi dengan air setinggi kira-kira 7,5 cm dari dasar bak.

Untuk bayi yang baru lahir, bersihkan terlebih dahulu kedua matanya dengan kapas yang telah direndam air matang. Bersihkan mata bayi dari ujung mata ke arah hidung, Gunakan kapas yang berbeda untuk masing-masing mata.

Bersihkan pula lubang hidung si kecil secara perlahan-lahan dengan cotton buds yang telah terlebih dahulu dicelupkan ke dalam air bersih. Gantilah kapas untuk masing-masing lubang hidung. Hati-hati, jangan memasukkan cotton buds terlalu dalam.

Kemudian bersihkan juga daun telinga si kecil dengan cotton buds yang telah diberi baby oil. Jangan masukkan cotton buds ke dalam lubang telinga, bersihkan bagian luar telinganya saja.

Sebelum membersihkan tubuhnya, bukalah baju bayi secara bertahap. Mula-mula bukalah baju bagian atas, baru kemudian popok atau celana bayi.

Bersihkan alat kelamin dan pantat bayi dengan kapas bulat yang sudah dibasahi air. Bersihkan setiap lipatannya.

Kemudian mulailah menyabuni rambutnya serta seluruh badan bayi, terutama lipatan-lipatan kaki, paha, tangan serta lehernya dengan menggunakan sabun bayi.

Ukur kembali suhu air dalam bak mandi. Kemudian selipkan tangan kiri Anda ke bawah tengkuk si kecil, lalu pegang erat-erat ketiaknya. Sanggahlah tengkuk si kecil dengan pergelangan tangan Ibu, lalu pegang tubuhnya dengan tangan kanan Ibu.

Angkatlah si kecil dan masukkan ke dalam bak mandi. Sementara tangan kiri Anda menyangga kepala dan memegangi ketiaknya, tubuhnya sebagian terendam dalam air. Gunakan tangan kanan Ibu untuk membersihkan sabun di telinga, leher, dan seluruh badannya. Biarkan si kecil bermain dalam air selama sekitar 2-5 menit. Bila si kecil sudah cukup besar, berikan mainan kapal-kapalan atau bebek-bebekan agar acara mandi semakin menyenangkan.

Untuk membersihkan bagian belakang tubuhnya, balikkan badan si kecil, kemudian sanggah badannya dengan tangan kiri Anda dan pegang erat-erat ketiaknya. Lalu dengan tangan kanan, bersihkanlah punggungnya.

Setelah acara mandi selesai, angkatlah tubuh si kecil dari dalam air, lalu bungkuslah tubuhnya dengan handuk. Sambil mengajaknya bercengkrama, keringkan tubuh bayi dengan cara menekan-nekankan handuk bayi ke tubuhnya.

Setelah tubuhnya kering, taburkan bedak bayi di dada, perut dan punggungnya, agar tubuhnya wangi dan segar. Perhatikan setiap lipatan dan lekukan khususnya di daerah kemaluaannya. Usapkan lipatan pada kemaluan si kecil dengan baby oil.

Terakhir, pakaikan popok dan baju bayi, lalu sisirlah rambutnya dengan sisir khusus untuk rambut bayi. Bila cuaca mengijinkan, ajakan si kecil jalan-jalan atau berjemur di bawah sinar matahari pagi.

Sumber: Buklet Milna "Cara yang baik merawat si kecil"

Thursday, December 15, 2005

DHA Bagi Pertumbuhan Otakku

Sejak awal, kita sudah banyak membicarakan pentingnya DHA sebagai kandungan yang diperlukan si kecil dalam pertumbuhan otaknya. Namun, sudahkah Ibu tahu, apa itu DHA, dan mengapa DHA sangat berperan bagi pertumbuhan otak si kecil. Mari kita membahasnya lebih lanjut:

Apa itu DHA?
Berdasarkan penelitian, komponen utama jaringan otak terdiri atas DHA atau asam dokosaheksanoat dan AA atau asam arakhidonat. Sejumlah besar DHA ini terdapat dalam retina mata, sehingga dapat disimpulkan bahwa DHA dan AA diperlukan untuk perkembangan otak dan ketajaman penglihatan. DHA dan AA adalah kelompok asam lemak yang terbentuk lewat proses sintesis biokimia dengan bantuan enzim yang tersedia dalam sistem saraf pusat dan hati.

Sebenarnya DHA sudah terkandung dalam ASI, tapi bagi kasus-kasus tertentu seperti ASI Ibu yang tidak mencukupi atau tidak keluar sama sekali, atau pada bayi prematur yang belum cukup enzim untuk membentuk DHA, tambahan DHA memang diperlukan dalam susu formula untuk perkembangan otak dan ketajaman penglihatannya. Lalu, bagaimana peranan DHA sendiri bagi perkembangan otak si kecil?

Peranan DHA dalam Perkembangan Otak
Sebagai komponen struktural yang penting pada otak dan retina, asam lemak tak jenuh ganda terutama terdapat pada phospolipid membran yang berperan penting dalam sifat-sifat fisik dan fungsi membran. Dua asam lemak utama pada otak itu adalah DHA dan AA yang berperan dalam perkembangan saraf bayi.

Berdasarkan sebuah penelitian, bayi yang mendapat susu formula + DHA menunjukkan tampilan yang lebih baik dibandingkan bayi dengan diet susu formula standar. Demikian pula dengan kadar DHA dan AA dalam sirkulasi lemak dan fosfolipid eritrosit juga lebih tinggi pada kelompok bayi dengan ASI dan kelompok bayi dengan susu formula plus suplemen. Berdasarkan penemuan ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa formula dengan suplemen satu atau dua asam lemak tersebut memberikan keuntungan bagi perkembangan saraf bayi.

Pada penelitian lain juga ditemukan bahwa status DHA pada bayi sehat cukup bulan berhubungan dengan fungsi saraf alur penglihatannya. Hal ini berdasarkan pada penelitian profil asam lemak pada eritrosit dan hubungannya dengan maturitas alur penglihatan dari VEP (Visual Evoked Potential). VEP adalah tes ketajaman penglihatan yang digunakan untuk mengevaluasi keutuhan saraf pada alur retina ke cortex visual primer dan kemampuan bayi untuk melihat dan memberi respon motorik jika dirangsang secara visual. Nah, tak heran bayi yang diberi ASI mempunyai VEP dan kadar DHA lebih tinggi dibanding bayi yang tidak diberi ASI.

Sumber: Buklet Milna "Gizi Seimbang bagi Si Kecil"

Berolahraga dengan Bayi Anda

Olahraga juga penting bagi bayi Anda, karena banyak manfaat yang dapat diperoleh dari berolahraga. Seberapa pentingnyakah olahraga bagi si kecil? Sertai juga dengan beberapa tips yang dapat diikuti, agar olahraga selain dapat bermanfaat, juga menjadi salah satu acara yang menyenangkan bagi si kecil.

Pentingnya Olahraga bagi Bayi

  1. Membiasakan bayi menggerakan badannya agar sehat
  2. Mempersiapkan perkembangan motorik bayi karena aktif bergerak membuat saraf-saraf dan keseimbangan tubuhnya berkembang dengan baik
  3. Menguatkan otot-otot tubuh bayi. Sebaliknya, kurang bergerak akan membuat otot-otot kurang terlatih sehingga menjadi kecil dan lemah
  4. Mengembangkan alat-alat pernafasan
  5. Mencegah terjadinya pertumbuhan badan yang kurang sempurna
  6. Banyak bergerak membuat bayi lebih mandiri dan percaya diri karena sadar akan kemampuan fisiknya
  7. Memberinya rasa senang, karena bayi kerap tertawa saat melakukan senam
  8. Jika dilakukan dengan ayah atau ibu, akan mempererat hubungan keduanya

Tip:

  • Sebaiknya bayi menggunakan pakaian yang nyaman berupa kaos dan celana
  • Jika cuaca baik, lakukan senam di udara terbuka seperti teras belakang sambil menghirup udara segar
  • Tak perlu merasa khawatir saat menggerakan tubuh si kecil, karena tubuh bayi cukup lentur untuk diajak bersenam
  • Bila si kecil menolak bersenam, jangan paksakan. Cobalah kembali esok hari
  • Pilihlah lagu riang yang dapat menemani acara senam Anda dan si kecil

Sumber: Buklet Milna "Si Kecil Sudah Semakin Besar"

How you benefit from breastfeeding


Breastfeeding has a lot going for it–not only does it provide baby with the most nutritionally complete food possible, it also provides moms with a host of benefits, too.

Breastfeeding helps you physically
Experts point out that besides being the best choice of nutrition for baby, breastfeeding also helps mom by:

Stimulating the production of oxytocin. In addition to helping to release the milk from your breasts, this hormone will cause your uterus to contract and return to its normal size more quickly. It also will reduce the amount of postpartum bleeding, so you will have less menstrual blood loss during the first few months after baby arrives.

Helps burn extra calories and lower your fat stores, enabling you to return to your pre-pregnancy weight more quickly–without dieting.

Improves the storage of minerals in your bones so you’ll have less risk of osteoporosis once you reach menopause.

Possibly reduces the risk of ovarian and breast cancer.

Breastfeeding has other advantages, too
Breastfeeding brings you and baby together. While you’re breastfeeding your newborn, you’ll spend a great deal of time together. This is the perfect chance for the two of you to get to know each other. As you cuddle, the skin-to-skin and eye-to-eye contact provide a unique closeness that you can build on as baby grows.

Breastfeeding gives you a chance to rest. The time when you’re breastfeeding baby is made to order for putting your feet up and escaping the hustle and bustle of the day for a few moments.

Breastfeeding is inexpensive and convenient. Because there’s little equipment to buy and breastfeeding can be done almost anywhere and anytime, many women find it to be the ideal way to feed baby.

Child Care


by Gayle Peterson, PhD
Questions ?
I am very happily employed single mom but I'm worried about the impact that working has on my two children. Will working full-time, and being a single mom, cause long-term damage?
Answer
As a single working mother, you are saddled with two potentially destructive myths which must be debunked for your sake and for your children.


Myth Number One: A "good" mother is a stay-at-home mother.

It is the quality of the parent-child relationship that matters. Mothers who are fulfilled themselves are not only good role models for their children, but are happier people, too. Research bears out what common sense tells us

-- that happier women make happier mothers, whether they work outside the home or not. Is it really any wonder that when mothers take care of themselves, they also have more positive energy for their children?

Myth Number Two: Single-parent families are, by definition, deficient.

Functionality is not a result of two parents; it's the result of effective parenting. Research shows single-parent families to be as diverse as two-parent households. In other words, their behavior and academic performance runs the same spectrum as their peers who live in families with two parents.

Two parents under one roof is no assurance that harmony and love will prevail in the home, any more than having a mother at home during the day insures well-adjusted, happy children.

Choosing a Caregiver: 4 Things You Need to Know

1. There should be a good "match" between the child's temperament and needs and the caregiver's ability to meet them.

2. Look for a small ratio of caregivers to children. For preschool-age children, it's ideal to have no more than four children to one caretaker.

3. It is ideal to look for a relationship with the potential for a continuous, strong and positive relationship between caregiver and child.

4. Ask if the staff has been trained in health, safety (CPR) and child development.

Some additional tips?
  • Take time to observe your child's interactions with a caregiver.
  • Periodically, drop in unannounced to see how your child is experiencing the day-care situation.
  • Develop open and regular communication with your child's caregiver.
  • Evaluate your child's ability to feel safe, be appropriately challenged, play and learn on an ongoing basis.

Insuring quality in the parent-child relationship Every child needs to know there is at least one person who is looking out for their best interests. The quality of the parent-child relationship depends on your children's belief and trust in your capacity to care for, protect and have their best interests at heart. Staying connected to your child's daily life in a predictable manner is the key to developing your child's sense of value.

Tuesday, December 13, 2005

Diphtheria, Tetanus, and Pertussis vaccines

Source: The Centers for Disease Control and Prevention http://www.cdc.gov
1. Why get vaccinated?
Diphtheria, pertussis, and tetanus are serious diseases.
Diphtheria

  • Diphtheria causes a thick covering in the back of the throat.
  • It can lead to breathing problems, paralysis, heart failure, and even death

Tetanus (Lockjaw)

  • Tetanus causes painful tightening of the muscles, usually all over the body.
  • It can lead to "locking" of the jaw so the person cannot open his mouth or swallow. Tetanus can lead to death.

Pertussis (Whooping cough)

  • Pertussis causes coughing spells so bad that it is hard for infants to eat, drink, or breathe. These can last for weeks.
  • It can lead to pneumonia, seizures (jerking and staring spells), brain damage, and death.

Diphtheria, tetanus, and pertussis vaccines prevent these diseases. Most children who get all their shots will be protected during childhood. Many more children would get these diseases if we stopped vaccinating.

2. Diphtheria, tetanus, and pertussis vaccines
DTP vaccine

  • Protects against diphtheria, tetanus, and pertussis
  • Used for many years

DTaP vaccine

  • Protects against diphtheria, tetanus, and pertussis
  • Newer than DTP

Related vaccines

  • Combinations: To reduce the number of shots a child must get, DTP or DTaP may be available in combination with other vaccines.
  • DT protects against diphtheria and tetanus, but not pertussis. It only is recommended for children who should not get pettussis vaccine.

3. What are the risks from these vaccines?

  • As with any medicine, vaccines carry a small risk of serious harm, such as a severe allergic reaction or even death.
  • If there are reactions. they usually start within 3 days and don't last long.
  • Most people have no serious reactions from these vaccines.
Possible reactions to these vaccines:
Mild reactions (common)
  • Sore arm or leg
  • Fussy
  • Tired
  • Fever
  • Less appetite
  • Vomiting

Mild reactions are much less likely after DTaP than after DTP. Moderate to serious reactions (uncommon). Moderate to serious reactions have been uncommon with DTP vaccine:

  • Non-stop crying (3 hours or more) . . . . . . . . . . 100 of every 10,000 doses
  • Fever of 105 or higher . . . . . . . . . . . . . . . . 30 of every 10,000 doses
  • Seizure (jerking or staring) . . . . . . . . . . . . . . 6 of every 10,000 doses
  • Child becomes limp, pale, less alert . . . . . . . . . . 6 of every 10,000 doses
With DTaP vaccine, these reactions are much less likely to happen

4. When should my child get vaccinated
Most children should get a dose at these ages:
  • two months
  • four months
  • six months
  • 12 to 18 months
  • four to six years
At 11-12 years of age and every 10 years after that you should get a booster to prevent diphtheria and tetanus.

5. What can be done to reduce possible fever and pain after this vaccine?
Give your child an aspirin-free pain reliever for 24 hours after the shot. This is important if your child has had a seizure or has a parent, brother, or sister who has had a seizure

6. Some children should not get these vaccines or should wait
Tell your doctor or nurse if your child:
  • Ever had a moderate or serious reaction after getting vaccinated
  • Ever had a seizure
  • Has a parent, brother, or sister who has had a seizure U.S. DEPARTMENT OF HEALTH & HUMAN SERVICES
  • Has a brain problem that is getting worse Centers for Disease Control and Prevention
  • Now has a moderate or severe illness National Immunization Program
Your doctor or nurse has information on what to do in this case (for example, give one of these vaccines, wait, give medicine to prevent fever).

Perubahan Pola Makan Bayi

Perubahan Adalah Hal Yang Biasa
Sepanjang usia balita, selera dan kebiasaan makan terus berubah-ubah. Setelah ulang tahun pertama, pertumbuhan melambat dan selera makan pun cenderung turun. Gabungan antara perubahan-perubahan ini dengan kemampuan kognitif dan keterampilan motorik yang maju pesat, mengakibatkan asupan makanan yang berubah-ubah.

Anak-anak seringkali lebih senang bermain ketimbang makan. Mereka mendemonstrasikan kemampuan berbahasa dan motorik dengan penuh semangat, tetapi pada jam makan perhatian mereka mudah beralih. Jumlah makanan yang dikonsumsi dari hari ke hari dapat berubah dari banyak menjadi sedikit. Hal ini adalah hal yang normal.
Mengembangkan Kesukaan Terhadap Makanan
Kesukaan terhadap makanan bervariasi dari anak ke anak, bahkan dari hari ke hari. Anak mungkin meminta makanan favoritnya dihidangkan setiap hari sepanjang minggu tetapi kemudian ditolaknya sama sekali pada minggu berikutnya. Walaupun membuat frustrasi, perubahan kesukaan ini adalah hal normal.

Anak tahu berapa banyak yang harus dimakannya. Menurut penelitian, sekalipun asupan makanan bervariasi dari jam makan ke jam makan tetapi total asupan per hari tetap konstan. Namun demikian, anak-anak belum mampu memilih sendiri makanan yang bergizi seimbang kecuali dihidangkan kepada mereka.

Nutrisi yang tepat bagi anak anda sangat penting untuk saat ini dan masa depannya. Nutrisi pada usia balita dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan intelektual anak. Kebiasaan makan yang dibangun sejak sekarang akan menetap seumur hidup, dan ada kemungkinan membantu mencegah penyakit tertentu di kemudian hari. Sepanjang usia balita, orangtua mempunyai kesempatan unik untuk mempengaruhi pemilihan makanan dan membantu membangun kebiasaan makan yang sehat.

Pondasi Yang Sehat Bagi Kehidupan
Dalam periode kehidupan yang ditandai dengan banyaknya perubahan, anak-anak rawan kekurangan gizi karena makanan mereka terlalu beragam. Banyak orangtua memilih susu sapi sebagai makanan tambahan untuk anaknya. Akan tetapi, beberapa penelitian terbaru menyatakan bahwa susu sapi tidak memberikan gizi seimbang seperti yang dibutuhkan balita.

Mendukung Kebiasaan Baik

Anda dapat membantu anak mempelajari kebiasaan makan yang baik dengan bersikap fleksibel seperti langkah-langkah di bawah ini:

Bertanggung jawab menyediakan makanan sehat sambil memberi kebebasan kepada anak menentukan berapa banyak yang akan dimakannya. Anak dilahirkan dengan kemampuan mengatur asupan kalori yang memenuhi kebutuhan energinya tanpa makan berlebihan. Kemampuan ini melemah apabila orangtua menerapkan kontrol ketat atas apa, kapan, dan berapa banyak yang harus dimakan.
Berikan 3 kali makan dan 2 kali makanan kecil setiap hari. Ukuran porsi sebaiknya kecil saja; para ahli menganjurkan agar anak kecil diberikan sebanyak 1 sendok-teh dari setiap jenis makanan. Tambahkan lagi sesuai seleranya.
Ikuti jadwal makan tetapnya. Selain memenuhi kebutuhan gizinya, anak pun harus dilatih bersosialisasi.
Berikan contoh dengan menikmati makanan bergizi selama jam makan yang menyenangkan.
Mendukung Makanan Seimbang
Anda dapat membantu menjamin gizi baik dengan cara memberikan berbagai jenis makanan bergizi kepada anak, maupun dengan memberikan kesempatan kepadanya untuk mencoba makanan baru:
Hidangkan berbagai jenis makanan yang berbeda rasa, warna, suhu dan teksturnya.
Jangan memusatkan pada satu jenis makanan saja; hal ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan gizi.
Gabungkan 5 kelompok utama makanan dalam variasi makanannya:
- Produk susu olahan—susu, yogurt, dan keju
- Daging, unggas, ikan, telur, dan kacang polong
- Sayuran
- Buah-buahan
- Sereal, biji-bijian, roti, pasta, dan nasi
Makanan dari semua kelompok itu tidak perlu dikonsumsi setiap hari. Variasi makanan seimbang kira-kira menyamai anjuran dalam Piramida Makanan bila dirata-rata selama 2 minggu.
Berikan makanan kecil yang termasuk makanan sehat. Makanan kecil berupa sayur mentah, buah-buahan, yogurt dan keju sangat menyehatkan. Jauhkan makanan kecil “berkalori-kosong” (contohnya, minuman ringan, permen, dan makanan dikemas seperti misalnya potato chips).
Pilihlah makanan yang mudah dikunyah dan ditelan anak. Hindari makanan yang bisa menimbulkan bahaya tersedak, seperti misalnya hot dogs, kacang tanah, nuts, buah anggur, sayur mentah yang dirajang, serta permen keras.
Ingat, makanan baru perlu dicoba melalui 8 sampai 10 kali pemberian sebelum diterima dengan baik.
Berikan susu pertumbuhan yang diperkaya, sebagai sajian setiap hari untuk membantu memastikan bahwa anak anda mendapatkan kecukupan gizi yang menunjang pertumbuhan optimal.
Susah Makan
Pertama-tama, jangan panik. Tidak mungkin anak sengaja membuat dirinya kelaparan. Ingat, pertambahan berat anak kecil maksimal adalah 2 kg (sekitar 4 1/2 lb) setahun. Karena itu janganlah terkejut apabila dia tidak mau makan 3 kali sehari secara normal.

Pertimbangkanlah saran-saran berikut ini agar jam makan menjadi lebih menyenangkan:

Pastikan anak anda tidak mengkonsumsi jus terlampau banyak. Terlalu banyak jus membuat perut penuh dan menurunkan selera makan sehingga tidak cukup tempat untuk makanan bergizi. Bila anak merasa haus, berikan dia air minum.
Hidangkan daging, telur, dan keju dalam porsi kecil yang menarik. Jangan berharap anak menyantap habis seluruh hidangan.
Coba hidangkan sayur mentah (hindari sayur yang sulit dikunyah, wortel misalnya); banyak anak lebih menyukainya ketimbang sayur yang dimasak.
Jangan memberikan pilihan lain ketika anak menolak apa yang dihidangkan di depannya. Kalau anak lapar, dia akan menyantapnya pada jam makan berikutnya.
Satu jam makan cukup 30 menit saja. Walau makannya tidak banyak, hentikanlah tanpa sikap emosional.
Jangan jadikan makanan pencuci mulut sebagai umpan atau hadiah karena mau makan. Apabila pencuci mulut memang bagian dari menu, jangan paksa dia mengosongkan piringnya dulu. Berdasarkan penelitian, membujuk atau mengumpan agar anak mau makan seringkali akibatnya malah berlawanan dengan tujuan dan anak justru makan lebih sedikit ketimbang dibiarkan sendirian.
Jangan mengganti makanan dengan suplemen multivitamin dan mineral; berikanlah sesuai dosis yang dianjurkan ahli kesehatan anda.
Ingat, tanggung-jawab anda adalah memberikan ragam makanan yang bergizi seimbang. Tanggung-jawab anak adalah memutuskan berapa banyak yang dikonsumsi.